ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Senin, 08 Oktober 2018

PELAJAR SMAN 1 KUANTAN HILIR DITES URINE OLEH BNNK KUANSING

TELUK KUANTAN. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuantan Singingi Menggelar kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Antinarkoba melalui tes urine bagi pelajar SMA Negeri 1 Kuantan Hilir.  Adanya indikasi pelajar yang melakukan penyalahgunaan narkoba di lingkungan SMA Negeri 1 Kuantan Hilir ditindaklanjuti langsung oleh BNNK Kuansing dengna melakukan tes urine terhadap siswa sekolah tersebut pada hari Rabu (3/10).  Kegiatan ini dilakukan tanpa mengganggu jam belajar, siswa dipanggil bergantian untuk melakukan pemeriksaan urine mereka.  Diprioritaskan bagi mereka yang tercatat sering bermasalah di kelas semisal dicatat absen sering tidak masuk (alpa), bolos dalam jam-jam pelajaran atau terjerat masalah-masalah disiplin dan lain sebaginya.  Data siswa ini diambil dari guru BK dan terdapat 25 orang siswa yang diperiksa urinnya.

Disamping pelaksanaan tes urine, dilakukan juga kerjasama antara BNNK Kuansing dengan SMAN 1 Kuantan Hilir terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN) yang dituangkan dalam bentuk Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) serta ditanda-tangani oleh kepala BNNK Kuansing dan kepala SMAN 1 Kuantan Hilir.  Pelaksanaan tes urine dan penandatanganan MoU ini disaksikan juga oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Selanjutnya pada senin pagi (8/10), Kepala BNNK Kuansing kembali menuju sekolah yang sama dan melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus menjadi pembina upacara di sekolah tersebut.  Usai upacara, kepala memerintahkan personil BNNK Kuansing  untuk kembali memeriksa urine siswa yang sebelumnya belum diperiksa.  Hasilnya ternyata tiga orang terindikasi positif menggunakan narkoba jenis Amphetamine dan Metamphetamine.

Kepala BNNK Kuansing Wim Jefrizal, SH menghimbau agar para guru melakukan pengawasan ketat terhadap siswa di sekolah.

"Jika ada siswa yang positif dalam kegiatan ini, kami akan lakukan pembinaan dan asesment. Dan dari hasil assesment itu akan diketahui apakah harus rawat jalan atau rawat inap."

"Oleh karena itu dari hasil temuan kita, diharapkan pihak sekolah dapat melakukan pengawasan secara intensif, sehingga ke depan sudah tidak ada lagi pelajar di wilayah Kuantan Singingi yang positif narkoba," katanya.

"Dengan roadshow sosialisasi bahaya narkotika dan tes urine terhadap siswa, kami harap bisa menjadi proteksi bagi generasi muda agar terjauh dari bahaya narkotika," harapnya.

(HUMAS)

Senin, 01 Oktober 2018

BNNK KUANSING INTENSIF LAKUKAN SOSIALISASI P4GN DI TINGKAT PELAJAR

TELUK KUANTAN. BNNK Kuansing terus-menerus berupaya melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika di tingkat pelajar. Adanya indikasi penyalahgunaan narkoba yang masuk ke sekolah-sekolah dan menyasar kalangan pelajar bukanlah isapan jempol belaka. Pelajar menjadi sasaran empuk para pengedar dengan melakukan bujuk rayu beragam cara. Hal ini tentu sangat membahayakan dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi. 

Maka dari itu BNNK Kuansing selalu mengingatkan kepada seluruh pelaku pendidikan terutama pelajar untuk selalu menjauhi penyalahgunaan narkoba. BNNK Kuansing mengutus beberapa personilnya untuk melakukan Sosialisasi ke sekolah-sekolah terutama Sekolah Menengah Atas (SLTA) dan Sekolah Menengah Pertama (SLTA). Seperti misalnya pada hari Senin pagi (1/10), Kepala BNNK Kuansing melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dengan menjadi pembina upacara di SMA Negeri 1 Gunung Toar. Upacara diikuti oleh seluruh pelajar dan majelis guru serta staf. Usai upacara dilaksanakan, dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan Program P4GN dilingkungan sekolah. Penandatanganan ini dilakukan oleh Kepala BNNK Kuansing dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gunung Toar. Tidak hanya sampai disitu, personil BNNK Kuansing juga melakukan razia terhadap barang bawaan siswa terutama tas dan juga ke kendaraan-kendaraan siswa untuk mendeteksi adanya barang haram narkotika. 


Kita akan melakukan kegiatan-kegiatan ini setiap pekannya dan akan menjangkau sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi guna mencegah adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar”, ujar Kepala BNNK Kuansing Wim Jefrizal, SH. 

Sebelumnya BNNK Kuansing juga telah memulai kegiatan serupa di SMA Negeri 1 Teluk Kuantan pada Senin (17/9) dan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Kegiatan ini sebetulnya telah dimulai sejak BNNK Kuansing berdiri, namun pola baru ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para penyalahguna narkoba maupun pengedar narkoba. Tidak hanya sekedar sosialisasi dan penandatanganan MoU atau razia di kelas, tapi personil BNNK Kuansing juga akan melakukan pengambilan rekap absen disekolah-sekolah tersebut. Hal ini dilakukan guna menjaring siswa yang tidak masuk kelas tanpa alasan dan yang bolos sekolah. Pada waktu tertentu siswa tersebut akan dipanggil ke Kantor BNNK Kuansing untuk dilakukan pembinaan. Dikhawatirkan para pelajar yang tidak masuk kelas menjadi sasaran para pengedar narkoba atau siswa itu sendiri yang menjadi panyalahguna narkoba. 


Mohon dukungan para guru dan para orang tua/wali murid untuk tidak segan-segan menyampaikan informasi kepada BNNK Kuansing apabila ada siswa yang berkeliaran diluar jam belajar atau diluar pantauan patroli yang dilakukan BNNK Kuansing yang mungkin saja mereka (siswa) terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba. Mereka akan dilakukan pembinaan dan juga direhabilitasi jika memang menjadi pengguna narkoba”, ujar Wim menjelaskan. 


BNNK Kuansing juga mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi untuk juga aktif dalam menjalankan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayahnya. Hal ini juga sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2018-2019 dan sebelumnya juga ada regulasi yang mengharuskan pemerintah daerah ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan P4GN seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Lingkungan Instansi Pemerintah. Jelas dengan peraturan-peraturan ini bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi tidak boleh tinggal diam dan harus terus aktif melakukan program-program P4GN.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh BNNK Kuansing beserta Instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta serta juga komponen-komponen masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba secara komprehensif diharapkan dapat menurunkan prevalensi penyalahgunaan narkoba diwilayah Kabupaten Kuantan Singingi. Bagaimanapun mencegah selalu lebih baik daripada mengobati/merehabilitasi. (HUMAS)

Kamis, 20 September 2018

PENGUMUMAN PENDAFTARAN CPNS

Bagi Putra dan Putri terbaik bangsa yang ingin mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Bisa mendaftar di Situs Resmi BNN pada link berikut : http://bnn.go.id atau download link : http://bnn.go.id/multimedia/document/20180919/pengumuman_pengadaan_cpns_2018_20180919161432.pdf

Selasa, 28 Agustus 2018

BNNK KUANSING GELAR PAMERAN KEHUMASAN DI ARENA FESTIVAL PACU JALUR TRADISIONAL KUANSING TAHUN 2018

TELUK KUANTAN. BNNK Kuansing menggelar pameran untuk sosialisasi/publikasi kelembagaan dengan memanfaatkan mobil keliling pemberdayaan masyarakat berwarna biru yang mengambil lokasi di depan TK Pertiwi atau depan kantor Polsek Teluk Kuantan. Pameran ini digelar bersamaan dengan event nasional Festival Pacu Jalur Tradisional tahun 2018 yang berlangsung dari tanggal 29 Agustus sampai dengan 01 September 2018 atau selama 4 (empat) hari yang dipusatkan di tepian Narosa Teluk Kuantan, maka seperti tahun-tahun sebelumnya sangat banyak masyarakat mengunjungi lokasi arena pacu jalur tersebut. Hal ini yang dimanfaatkan oleh Humas BNNK Kuansing agar masyarakat datang ke stand guna mendapatkan informasi tentang BNNK Kuansing serta kegiatan yang dilaksanakan yakni Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau yang biasa disingkat dengan P4GN.
Tujuan dari adanya stand ini adalah untuk lebih mempublikasikan kelembagaan BNNK Kuansing ditengah masyarakat sehingga masyarakat lebih mengenal keberadaan BNNK Kuansing dan dapat memberi wawasan baru kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba baik itu mengenai Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Rehabilitasi dan Pemberantasan. Disamping itu pengunjung bisa mendapatkan berbagai souvenir menarik di lokasi stand dan berbagai macam informasi terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) baik itu secara visual, brosur maupun konsultasi langsung dengan personil BNNK Kuansing yang berada di lokasi stand tersebut. 

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui kegiatan BNNK Kuansing atau ingin konsultasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, rehabiltasi serta program P4GN silakan kunjungi stand BNNK Kuansing,” ungkap Kepala BNNK Kuansing, Wim Jefrizal, SH. 

Selain itu, BNNK Kuansing juga menggelar lomba Selfie/Wefie Contest di lokasi stand pameran dengan hadiah menarik. Dipersilakan kepada para pengunjung untuk mengikuti sayembara tersebut dengan memanfaatkan properti/media yang disediakan di lokasi. Beberapa ketentuan harus ditaati oleh peserta kontes diantaranya harus memfollow media sosial yang dimiliki oleh BNNK Kuansing baik itu Instagram, Facebook atau Twitter dengan menyertakan hastag #stopnarkoba dan #bnnkkuansing serta terakhir harus memberikan kata-kata motivasi dalam rangka mengkampanyekan STOP NARKOBA. (HUMAS

Minggu, 19 Agustus 2018

KWARCAB GERAKAN PRAMUKA KUANTAN SINGINGI TEKEN MOU DENGAN BNNK KUANSING

TELUK KUANTAN. Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kuantan Singingi melakukan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuantan Singingi(BNNK Kuansing)di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Nota kesepahaman (MoU) itu ditandatangani oleh Ketua Kwarcab H. Hardi Yakub, SP. M.Si dan Kepala BNNK Wim Jefrizal, SH di Lapangan SMP Negeri 5 Teluk Kuantan pada Minggu (19/8/2018) serta disaksikan langsung oleh Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Mursini, M.Si. Penandatanganan MoU ini dilaksanakan disela-sela Apel Besar Hari Pramuka ke – 57.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dilakukan antara BNN RI dan Kwarnas Gerakan Pramuka beberapa bulan lalu di Jakarta. Tujuannya mewujudkan masyarakat Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

 “Tujuannya tentu mewujudkan masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Kuantan Singingi bersih dari penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan Gerakan Pramuka sebagai motor penggeraknya di bidang pencegahan. Sekaligus untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba,” ujar Kepala BNNK Kuansing.

Bentuk kerja sama ini adalah membentuk relawan anti narkoba dari anak-anak Pramuka. “Relawan ini adalah orang yang menyediakan waktunya untuk bekerja sukarela dalam penyebarluasan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang bahaya narkoba kepada masyarakat secara luas,” terangnya.


Sebelum menjadi relawan, Pramuka kata dia, harus dibekali dulu pemahaman atau pengetahuan tentang narkotika baik peredaran, jenis, dan juga dampaknya. Setelah memahami, Pramuka bisa melindungi diri sendiri dan lebih luas lagi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.

Saya ingin semua kekuatan dikerahkan hadapi penyalahgunaan narkoba. Karena bahaya narkoba ini lebih sadis dari korupsi dan terorisme,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Hardi Yakub menyambut baik kerja sama ini. Banyak generasi muda mati sia-sia karena narkoba. Pramuka sangat prihatin melihat fenomena ini menimpa generasi muda Indonesia.Gerakan Pramuka, menurutnya, punya modal besar untuk membantu pemerintah dalam upaya pemberantasan narkoba.Jadi kerja sama ini sangat tepat, Pramuka bisa mengambil peran untuk ikut melakukan pencegahan narkoba di masyarakat bersama BNN,” ujarnya.

Generasi muda harus diberi ruang dan kesempatan yang luas mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif agar mereka bisa dijauhkan dari pengaruh negatif peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Salah satu upaya dengan kegiatan Praja Muda Karana (Pramuka) generasi muda bisa mengembangkan diri, menggali bakat dan potensi serta keterampilan yang berguna bagi masa depan mereka. Selain wadah menempa diri, melalui kegiatan pramuka kita bisa menghindarkan para remaja dari pengaruh narkoba.


Saat ini, masih banyaknya anak-anak hingga remaja sampai orang dewasa yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, maka perlu peran serta orang tua, pelatih, pembina, serta pengurus kwartir pramuka agar dapat sama-sama mengawasi jangan sampai anggota pramuka terlibat narkoba.

Diharapkan gerakan pramuka dapat menjadi pelopor pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika, sehingga tercipta generasi muda yang mampu menciptakan lingkungan bersih dari penyalahgunaan narkoba.(HUMAS)