ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
 photo Kerjanyata_zpszq53wocv.png
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image
ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Selasa, 21 November 2017

MENGALAHKAN NARKOBA DENGAN MENGHILANGKAN DEMAND DAN MENGHABISI SUPPLY



Sampai saat ini narkoba masih menjadi salah satu ancaman yang sangat nyata. Perlahan tapi pasti narkoba akan membunuh bibit-bibit unggul bangsa Indonesia. Tak kurang dari empat juta orang di negeri ini dalam usia produktif yaitu 10 sampai 59 tahun terkontaminasi narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Budi Waseso menyebutkan bahwa diperoleh fakta yang mencengangkan bahwa 2 dari 100 pelajar atau mahasiswa menyalahgunakan narkoba. Jelas hal ini  menjadi lonceng pengingat bahaya bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk  berbuat nyata agar tidak terjadi tidak terjadi lost generation.

Perang dengan narkoba memang bukan perkara mudah. Pada 13 Juli 2017 lalu saja, Polri meringkus sindikat narkoba internasional dengan barang bukti 1 ton jenis sabu. Tak lama berselang, tepatnya pada tanggal 26 juli 2017, BNN juga berhasil membongkar sindikat narkoba yang menyelundupkan sabu lebih dari 284,3 kg dari luar negeri. Namun pasokan narkoba terus datang dengan bertubi-tubi.

Tidak hanya itu, maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) juga mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh United Nations Office on Drugs Crime (UNODC) dalam World Drug Reports 2016 bahwa sejak tahun 2008 sampai dengan 2015 telah terdeteksi sebanyak 644 total NPS yang dilaporkan oleh 102 negara.

66 jenis diantaranya telah masuk ke Indonesia di mana sebanyak 43 jenis telah dimasukkan ke dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan penggolongan narkotika. Sedangkan yang 23 jenis lainnya belum masuk atau dengan kata lain belum dapat diproses secara hukum.

Gencarnya serangan narkoba ke negeri ini harus disikapi dengan serius, karena bukan tidak mungkin ada pihak lain yang ingin meruntuhkan martabat bangsa ini dengan cara imperialisme model baru. Karena itulah tak berlebihan jika Kepala BNN selalu mengingatkan bahwa narkoba ini dijadikan alat perang asimetris atau proxy war oleh negara lain yang ingin menguasai negeri ini.



Jadikan narkoba tidak laku

Permasalahan narkoba itu bisa diatasi jika demand (permintaan) dan supply (pasokan) bisa ditangani secara proporsional. Ketika tidak ada permintaan (demand), maka otomatis barangnya (supply) akan hilang karena tidak laku.

Dalam rangka menekan demand, pemerintah melalui BNN dan lembaga terkait lainnya telah melakukan serangkaian program yang menyentuh hingga ke unit terkecil di tengah masyarakat, melalui upaya pencegahan termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat dan juga rehabilitasi.

Dalam konteks demand reduction, yaitu dengan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkoba, sepanjang tahun 2016 BNN telah melaksanakan advokasi, sosialisasi, dan kampanye stop narkoba sebanyak 12.566 kegiatan yang melibatkan 9.177.785 orang dari berbagai kalangan. Mulai dari kelompok masyarakat, pekerja, maupun pelajar.

Tercatat sebanyak 894 instansi pemerintah dan swasta, serta 834 kelompok masyarakat dan lingkungan pendidikan, didorong BNN untuk peduli terhadap permasalahan narkotika hingga akhirnya memiliki kebijakan pembangunan berwawasan anti narkoba di lingkungannya masing-masing. Di samping itu, BNN juga telah merehabilitasi 16.185 penyalah guna narkotika, baik di balai rehabilitasi maupun di dalam lembaga pemasyarakatan, dan telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 9.817 mantan penyalah guna narkotika.

Berjalan beriringan dengan pengurangan demand, supply reduction juga dilakukan dengan memutuskan jaringan sindikat narkotika dengan tegas dan agresif. Dalam konteks ini, BNN telah mempersenjatai diri dengan senjata yang lebih modern serta menambah kekuatan pasukan K-9 (Canine, anjing) sebanyak 50 ekor beserta 100 orang pawangnya.

Seiring itu, BNN kemudian mengungkap 807 kasus narkotika dan mengamankan 1.238 tersangka, yang terdiri dari 1.217 WNI dan 21 WNA.

Sedangkan untuk kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika, BNN telah mengungkap 21 kasus dari 30 tersangka dan melakukan penyitaan aset yang nilainya Rp 261.863.413.345. Selain itu untuk periode Januari sampai dengan Juni 2017, BNN juga telah berhasil menyita aset tindak pidana pencucian uang hasil kejahatan narkotika sebesar Rp 57.567.000.000

Sedangkan barang bukti narkotika yang disita yaitu shabu sebanyak 236,30 kg, ganja sebanyak 61,363 kg dan ekstasi sebanyak 108.590,25 butir.

Gerakan massal untuk edukasi Diri Sendiri

Meski telah melakukan banyak hal dengan segala pencapaiannya, pada dasarnya BNN masih harus bekerja keras untuk membuat persoalan narkoba tuntas. BNN tentu tidak bisa bekerja sendirian, seluruh komponen bangsa harus berbuat nyata untuk memberikan dukungan. Masing-masing pihak bisa melakukan hal sesuai dengan bidangnya.

Karena itu, penting untuk menggelorakan gerakan dari masyarakat agar mengedukasi diri sendiri melalui berbagai media informasi yang ada terkait dengan pemahaman terhadap bahaya penyalahgunaan atau pemakaian narkoba. Apabila tercipta pemahaman yang benar, diharapkan akan timbul imunitas dari setiap warga masyarakat untuk mencegah keinginan untuk mencoba narkoba.

Dengan demikian berapa pun supply yang masuk ke Indonesia tidak akan terserap atau tidak akan dibeli oleh masyarakat. Itulah konsep yang perlu kita suarakan terus menerus kepada seluruh warga negara Indonesia sehingga menjadi gerakan massal.

Sumber : Humas BNN dan telah dipublikasikan di kompas.com tanggal 14-11-2017

Senin, 20 November 2017

Pengumuman Lelang Non Eksekusi


Rabu, 18 Oktober 2017

PEGAWAI SETDA DAN BPKAD KAB. KUANSING JALANI TES URINE

TELUK KUANTAN. Guna mewujudkan lingkungan pemerintah yang bersih dari penyalahgunaan narkoba khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi, BNNK Kuansing kembali melaksanakan pemeriksaan urine kepada pegawai ASN yang bertugas di Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi pada Selasa (17/10/17). Pemeriksaan urine ini dilaksanakan di ruang Multimedia kantor Bupati Kuantan Singingi.

Sebelum tes urine dilaksanakan, Kepala BNNK Kuansing menemui Sekretaris Daerah di ruang kerjanya untuk menyampaikan beberapa hal terkait program kerja BNNK dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), diantaranya melaporkan kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya yaitu pelaksanaan tes urine di enam SKPD dan mengapresiasi pegawai yang telah berpartisipasi serta menyampaikan perkembangan terbaru mengenai persoalan narkoba di Kabupaten Kuantan Singingi. Disamping itu juga Kepala BNNK menyampaikan Surat Edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 50 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Menyikapi beberapa hal yang disampaikan Kepala BNNK Kuansing, Sekretaris Daerah dalam arahannya menyampaikan beberapa poin yaitu mengapresiasi dan penghargaan kepada BNNK Kuantan Singingi atas peran aktif atau kegiatan yang telah dilakukan, Pemkab juga akan menindaklanjuti Surat Edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 50 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Lingkungan Instansi Pemerintah agar dapat direalisasikan secara bersama, Kegiatan tes urine ini juga merupakan salah satu bentuk pembinaan Aparatur Sipil Negara. Sekda juga menyampaikan perihal tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba terhadap anak sekolah yang memprihatinkan dikarenakan usia remaja merupakan masa yang labil dan mudah terpengaruh, diharapkan sinergisitas seluruh komponen untuk secara bersama-sama menjalankan program P4GN sehingga nantinya dapat menurunkan angka pravelensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba diwilayah Kabupaten Kuantan Singingi. Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh BNNK Kuansing dan ini juga merupakan program pemerintah pusat agar dijalankan sepenuhnya di daerah, ujar Sekretaris Daerah.

Selanjutnya Sekda melalui Kabag Umum mengumpulkan seluruh pegawai Sekretaris Daerah dan BPKAD yang juga berkantor ditempat yang sama untuk melakukan pemeriksaan urine dengan berkumpul di ruang rapat multimedia. Lewat pengeras suara Kabag umum meminta seluruh pegawai berkumpul di tempat yang telah ditentukan. Sebelumnya juga dilakukan pengumpulan absen semua pegawai dimasing-masing bagian.

Setelah pegawai berkumpul di ruang multimedia, Sekda dan Kepala BNNK Kuansing menyampaikan arahan kepada semua pegawai yang akan ikut tes urine tersebut. Bagi yang hari ini belum melakukan tes urine maka pegawai tersebut harus menjalani tes urine di kantor BNNK Kuansing paling lambat 3 hari sejak hari ini pada jam kerja. Pada hari ini terdata sebanyak 125 orang pegawai Setda dan BPKAD Kab. Kuansing yang menjalani tes urine, mulai dari pejabat eselon II, III, IV hingga staf. Hasil pemeriksaan urine pegawai akan disampaikan kepada pimpinan instansi dalam bentuk laporan . Usai melaksanakan tes urine semua pegawai dipersilakan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. #stopnarkoba

Jumat, 15 September 2017

SINERGISITAS BNNK KUANSING DENGAN KORAMIL 08 KUANTAN MUDIK




SENAM BERSAMA

Untuk lebih meningkatkan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN) di Kabupaten Kuantan Singingi khususnya di Kecamatan Kuantan Mudik maka BNNK Kuansing kembali melakukan penguatan sinergisitas dengan Komando Rayon Militer (KORAMIL) 08 Kecamatan Kuantan Mudik dalam bentuk senam bersama yang dilaksanakan di lapangan Kantor KORAMIL tersebut. Senam ini biasanya rutin dilakukan para pegawai BNNK Kuansing di hari Jumat pagi dan biasanya hanya di lapangan Kantor BNNK Kuansing. Tapi sesekali dilaksanakan senam di tempat lain seperti pada hari ini yang dikunjungi adalah KORAMIL 08 Kecamatan Kuantan Mudik. Senam ini diikuti oleh Kepala BNNK Kuansing (Wim Jefrizal, SH), Komandan Koramil (Kapt. Inf. A. Saragih), seluruh anggota Koramil 08, anggota Persit Kartika Candra serta seluruh pegawai BNNK Kuansing. Dengan dipandu instruktur senam, terlihat semua peserta senam bersemangat mengikuti gerakan-gerakan senam walaupun dalam cuaca mendung dan diiringi hujan gerimis.



DIALOG INTERAKTIF P4GN

Usai senam dilanjutkan dengan dialog interaktif mengenai P4GN. Acara ini digelar diruang pertemuan Koramil 08. Pada sambutannya Komandan Koramil 08 mengatakan terima kasih kepada BNNK Kuansing yang telah mengunjungi Instansinya atau dalam istilah yang dipakai Beliau menyatakan bahwa BNNK Kuansing bersedia menjemput bola guna mensosialisasikan P4GN di wilayah kerjanya. TNI siap mendukung program P4GN dan saling membantu guna menekan jumlah penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba di Kecamatan Kuantan Mudik. Anggota Koramil yang sebagian merupakan Babinsa di beberapa desa juga sangat aktif memberikan pertanyaan, saran dan masukan kepada BNNK Kuansing. Mereka menyampaikan berbagai macam hal terkait peredaran narkoba di wilayahnya seperti misalnya banyaknya penggunaan lem dikalangan anak-anak serta aktivitas memancing ikan dijadikan tempat bertransaksi narkoba dan lain-lain sebagainya. Kepala BNNK Kuansing menanggapi berbagai macam pertanyaan, saran dan masukan yang disampaikan oleh anggota Koramil tersebut juga ada beberapa pertanyaan dan masukan dari Ibu-ibu yang tergabung dalam Persit Kartika Candra. Kepala BNNK Kuansing menyampaikan bahwa Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika tidak mungkin bisa dilakukan secara optimal oleh BNN tanpa melibatkan pihak-pihak lain. Oleh karena itu kita menggandeng instansi lain yang salah satunya adalah TNI dan institusi TNI di Kecamatan adalah Koramil. Koramil dengan Babinsanya lebih menguasai wilayah dan dekat dengan keseharian masyarakat. Jadi yang paling diharapkan dengan kehadiran Babinsa ditengah-tengah masyarakat adalah dapat mensosialisasikan program P4GN ini terutama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pemberdayaan masyarakat. Apabila terdapat indikasi peredaran gelap narkotika, para anggota Babinsa dapat melaporkan langsung ke BNNK Kuansing. Ucapan terima kasih juga disampaikan Kepala BNNK Kuansing kepada Komandan dan anggota Koramil yang telah menerima kunjungan silahturahmi ini dan antusias para anggota dalam dialog interkatif mengenai P4GN. Diakhir acara dilakukan foto bersama. (sys)


Rabu, 06 September 2017

PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS BNN TA 2017

Berdasarkan  Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 66 Tahun 2017 tanggal 31 Agustus 2017 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Badan Narkotika Nasional Tahun Anggaran 2017, bersama ini Badan Narkotika Nasional membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang memiliki integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guna mengisi lowongan formasi BNN Tahun Anggaran 2017.

(Unduh disini)

Sumber : bnn.go.id