Rabu, 12 November 2014

BNNK KUANSING GELAR ADVOKASI P4GN DI PT. TRI BAKTI SARIMAS (TBS)



Teluk Kuantan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuantan Singingi menggelar kegiatan Advokasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan kerja instansi swasta bertempat di PT. Tri Bakti Sarimas (TBS) Bukit Payung Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi, yang lokasinya berbatasan dengan provinsi tetangga, yaitu Jambi dan Sumatera Barat, Selasa (04/11/2014). 

Bahwasanya pada saat ini permasalahan penyalahguna narkoba di Riau, khususnya di Kuansing sudah mulai mengganggu tempat-tempat di lingkungan kerja perusahaan (instansi swasta) baik di jajaran karyawan, pegawai, sampai eksekutif direksi yang rentan menjadi penyalahguna narkoba. Sudah saatnya perusahaan/instansi swasta melaksanakan P4GN di lingkungan kerja perusahaan dengan memberikan pemahaman, peningkatan, aksi nyata, pembelaan, terkait peran perusahaan dalam bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan advokasi P4GN bertema Implementasi Inpres Nomor 12 Tahun 2011 di Lingkungan Kerja Melalui Peran Instansi Swasta Kita Wujudkan Lingkungan Kerja Bebas Narkoba ini diikuti oleh 40 orang karyawan/ti asisten kebun sebagai peserta, juga dihadiri perwakilan Direksi PT. Tri Bakti Sarimas Direktur Operasional, DR. Ir. H. Moch Syaphon AW. Dan dibuka secara langsung oleh Kepala BNNK Kuansing, Wim Jefrizal. Dalam sambutan Direktur Operasional PT. TBS, sangat mengapresiasi kegiatan advokasi ini dan diharapkan bagi peserta yang terdiri dari karyawan/ti asisten kebun dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius serta dapat menerapkan konsep strategi P4GN di lingkungan kerja baik diri sendiri, keluarga dan perusahaan tempat bekerja, serta masyarakat lingkungan sekitarnya.

Kepala BNNK Kuansing yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini menekankan pentingnya peran perusahaan membuat kebijakan-kebijakan program P4GN di lingkungan perusahaan agar perusahaan memiliki suatu gerakan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sesuai dengan tugas fungsi dan kewenangan dalam upaya mencegah dan menanggulangi pengaruh buruk terhadap kesehatan, ketertiban, keamanan, dan produktivitas kerja, guna pencapaian keberhasilan program P4GN. Kegiatan advokasi ini dijelaskan tentang aturan pencegahan penyalahgunaan narkoba, yang sebaiknya menjadi pegangan perusahaan, hal ini sejalan dengan kebijakan peraturan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi RI Nomor 11 Tahun 2005 dan pelaksanaan implementasi Inpres Nomor 12 Tahun 2011 tentang Jaktranas P4GN yang meliputi pencegahan, pemberdayaan, rehabilitasi dan pemberantasan di lingkungan kerja perusahaan. 

Pada kesempatan yang sama nara sumber ke dua, Kasi Pencegahan BNNK Kuansing Rina Astuti, Amd.Kep menyampaikan materi mengenai bahaya narkotika ditinjau dari aspek kesehatan. Adapun Rina Astuti menekankan pembahasan tentang jenis-jenis narkotika, dampak, cara menyikapi dan menyampaikan kepada orang lain terkait pencegahan dan penyelahgunaan Narkoba. Menurut Rina akan berimbas negatif terhadap produktifitas perusahaan seharusnya perusahaan selektif dalam merekrut karyawan-karyawan baru atau pun karyawan yang sudah lama bekerja patut dimaknai program P4GN sangat diperlu untuk dimasukan dalam kebijakaan perusahaan yang diwujudkan kerja sama perjanjian kerjasama antara perusahaan dan karyawan. Mengingat asisten kebun posisi strategis yang membawahi ratusan bawahan bahkan ribuan karyawan bawahan untuk perlu diteruskan pemahaman tersebut pada karyawan dibawahnya. 

Kegiatan berlangsung sangat antusias ditandai dengan banyaknya pertanyaaan dan dialog yang disampaikan ke narasumber. Pada akhir penutupan advokasi, Kepala BNNK menyampaikan penekanan kepada para peserta, unsur manajemen perusahaan agar melaksanakan peran aktif perusahaan dalam mewujudkan lingkungan kerja bebas narkoba diantaranya perumusan kebijakan P4GN yang jelas, harmonis dan komprehensif yang disusun oleh manajemen dan karyawan dengan kebijakan aturan dan sanksi yang tegas, pemberikan pelatihan kepada pengawas/supervisor yang memiliki posisi strategis diperusahaan, memberikan pendidikan bagi karyawan agar mempunyai pemahaman yang bersih dari narkoba, pemeriksaan urine secara berkala untuk menimbulkan efek jera serta komitmen perusahaan dan karyawannya. Sebagai wujud aksi nyata dilingkungan perusahaan maka dilakukan penandatangan komitmen karyawan-karyawati PT. Tri Bakti Sarimas Bebas Narkoba.


0 komentar:

Posting Komentar