Sabtu, 21 Maret 2015

BNNK KUANSING GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) P4GN DI SMKN 2 TELUK KUANTAN



TELUK KUANTAN. Saat ini pelajar mulai dijadikan target oleh pengedar narkoba. Sebagai aset bangsa, pelajar merupakan prioritas untuk mendapat perlindungan dari bahaya narkoba. Hal inilah yang membuat BNN Kabupaten Kuantan Singingi tidak henti melakukan upaya penyelamatan pelajar dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Pada Jum’at 20 Maret 2015, BNNK Kuansing menggelar Focus group Discussion (FGD) bertema “Pemberdayaan Lingkungan Pelajar SLTA Bebas Narkoba” bertempat di Aula SMKN 2 Teluk Kuantan. 

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi dan konseling kelompok ini yang melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi. Peserta kegiatan ini 20 orang siswa-siswi perwakilan kelas. Kegiatan ini di buka oleh Kepala BNN Kabupaten Kuantan Singingi Wim Jefrizal, SH dan di hadiri Kepala Sekolah SMKN 2 Teluk Kuantan Drs. Arman Yulis, MM.
Dalam kesempatan ini Kepala BNN Kabupaten Kuantan Singingi menyampaikan, maraknya penyalahgunaan obat-obatan berbahaya di kalangan pelajar dipengaruhi oleh pergaulan dan karakter remaja yang kurang kuat. sehingga pelajar perlu menanamkan nilai-nilai positif bagi dirinya, karena mudah sekali terpengaruh dengan perkembangan jaman sekarang, pelajar harus bisa menyaring mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya.” Tegasnya” 

Jupirman, S.Pd Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi selaku narasumber juga menyampaikan bahwa perkembangan psikologis remaja merupakan tahap menuju kematangan sehingga mampu memilih pergaulan yang sesuai dengan dirinya. Untuk itu diharapkan pelajar dapat memilih orang yang tepat untuk berkonsultasi dalam upaya menyelesaikan problematika remaja. Selanjutnya, Kasi Pencegahan BNNK Kuansing Rina Astuti, Amd.Kep dengan inti pokok pembahasan adalah Menciptakan Lingkungan Sekolah Bebas NARKOBA dengan melakukan test urine kepada 100 siswa-siswi secara acak. Melalui diskusi ini, BNN berupaya menyelamatkan masa depan generasi muda agar mampu memiliki daya saing dengan cara menyadarkan pelajar akan bahaya penyalahgunaan obat-obatan berbahaya. Dalam kegiatan ini, peserta juga membuat action plan, yaitu rencana-rencana apa yang akan dilakukan setelah mengikuti diskusi ini. Hal ini dilakukan untuk memotivasi pelajar dalam upaya meraih impian dan cita-citanya. (RP)



0 komentar:

Posting Komentar