Kamis, 11 September 2014

DINSOSNAKER PROVINSI RIAU GANDENG BNNK KUANSING GELAR PENYULUHAN



Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Provinsi Riau yang difasilitasi Dinsosnaker Kab. Kuantan Singingi, Selasa (9/9/2014) menggelar kegiatan penyuluhan keliling bertema “Bersama Penyuluh Kita Bangun Indonesia Sejahtera”, menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuantan Singingi.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Sawah Seberang Teluk Hilir Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi tersebut dalam rangka pengenalan LK3 sebagai wadah konsultasi kesejahteraan keluarga, dan bahaya NAPZA, juga mensosialisasikan UU Narkotika kepada masyarakat dalam rangka P4GN.

Acara yang diikuti sejumlah perangkat desa dan kader penyuluh dibuka Kepala Dinsosnaker Kabupaten Kuantan Singingi yang diwakili oleh Winarwati. 

Hadir pada kegiatan tersebut sejumlah narasumber/instruktur dari Dinsosnaker Provinsi Riau dan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuantan Singingi. 

Dalam sambutannya Winarwati menyampaikan bahwa adanya wadah konsultasi kesejahteraan keluarga hendaknya dimanfaatkan sebagai mediator apabila terdapat kekerasan dalam rumah tangga, baik fisik, psikis maupun ekonomi. 

Dalam kegiatan Penyuluhan Keliling tersebut Ka BNNK Kuansing, Wim Jefrizal, SH selaku instruktur/narasumber dihadapan masyarakat 4 desa, memaparkan UU Nomor 35 Tahun 2009 pada Pasal 4 menjamin ketersediaan Narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mencegah, melindungi, dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan Narkotika, dan memberantas peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika serta menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi Penyalah Guna dan pecandu Narkotika.

Dengan antusias peserta menyimak dan menyampaikan pendapat dan pertanyaan, dalam kesempatan tersebut Kepala BNNK Kuansing menjelaskan bahwa negara mengatur ketersediaan narkotika untuk keperluan pengobatan dan pengembangan ilmu pengetahuan, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, bukan untuk disalahgunakan dan beredar tanpa pengawasan dari yang berwenang. Oleh karena itu para pecandu yang menjadi korban dari peredaran gelap narkoba hendaknya selain direhabilitasi secara medis, juga direhabilitasi secara sosial agar dapat berdayaguna kembali di masyarakat untuk membangun kembali kehidupannya.

Diharapkan dengan bertambahnya wawasan para penyuluh dan masyarakat dapat memberikan pemahaman yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menolak narkoba di lingkungan keluarga, tetangga dan lingkungan masyarakatnya. Disamping itu diperlukan adanya kerjasama yang bersinergi antara BNNK dengan instansi terkait (perangkat desa) guna menyelamatkan warga masyarakat dan lingkungannya dari bahaya narkoba.

0 komentar:

Poskan Komentar