Kamis, 14 Mei 2015

GENCARKAN PENJANGKAUAN UNTUK REHABILITASI PENYALAHGUNA NARKOBA, BNNK KUANSING GELAR ADVOKASI P4GN BAGI LEMBAGA PENDIDIKAN

TELUK KUANTAN. Dalam rangka pencapaian program kerja BNNK Kuantan Singingi dan percepatan realisasi gerakan rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkoba yang terus digencarkan oleh pemerintah, BNNK Kuansing menggelar Advokasi P4GN bagi Lembaga Pendidikan. Mengambil tema “Peran Lembaga Pendidikan Dalam Rangka Mendukung Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba”, BNNK mengundang beberapa Kepala Sekolah SLTA yang ada di Kuantan Singingi menjadi peserta dalam kegiatan yang berlangsung di aula SMKN 2 Teluk Kuantan pada Rabu (13/5). 

Hadir sebagai narasumber Kepala BNNK Kuansing Wim Jefrizal, SH., Kejari Teluk Kuantan yang diwakili oleh Kasubagbin Siti Hadijah S. Tarigan, SH. serta Polres Kuantan Singingi yang diwakili oleh Kasat Narkoba AKP Tumara. 

Dalam penyampaiannya, narasumber dari Kejari Teluk Kuantan memaparkan tugas dan fungsi kejaksaaan mulai dari penuntutan hingga proses eksekusi sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, khususnya proses hukum tindak pidana narkoba. Kejari Teluk Kuantan telah berperan aktif dalam kebijakan P4GN untuk lingkungan pendidikan, menjadi inspektur dalam beberapa kegiatan disekolah serta penyuluhan secara berkala yang akan terus dilakukan oleh Kejari Teluk Kuantan. Sementara itu, AKP Tumara mewakili Polres Kuansing menyampaikan peredaran Narkoba sudah merata di 15 kecamatan di kabupaten Kuantan Singingi khususnya peradaran sabu dan ganja. Diperlukan peran aktif masyarakat, terutama Kepala Sekolah untuk dapat membentengi siswa sekolah dari peredaran narkoba. Pihak kepolisian mengharapkan masyarakat untuk melapor bila menemukan indikasi adanya peredaran narkoba diwilayahnya. 

Kepala BNNK Kuansing mengajak seluruh Kepala Sekolah yang hadir untuk berperan aktif mendukung gerakan rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkoba. Terutama proses penjangkauan pecandu narkoba, karena posisi Kepala Sekolah dinilai strategis dalam mengambil kebijakan dan menjangkau penyalahguna terutama dilingkungan sekolah. “Indonesia Darurat Narkoba, mari laporkan pecandu narkoba yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba ke BNNK Kuansing untuk direhabilitasi, kita ingin lingkungan sekolah di Kuansing bebas dari Narkoba dan siswa yang telah terjerumus narkoba dapat segera pulih hingga bisa bersekolah kembali”, ujarnya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini tercipta sinergisitas antara BNNK, Polres, Kejari dan Lembaga Pendidikan guna suksesnya program rehabilitasi di bumi paju jalur ini. 

Peserta menyambut baik acara ini, dan mengharapkan BNNK Kuansing dapat terus menggencarkan program rehabilitasi agar kedepannya tidak ada pelajar yang terjerumus narkoba. Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen mendukung Rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkoba oleh peserta advokasi. 

0 komentar:

Poskan Komentar