Selasa, 15 Maret 2016

Narkoba Serang Kelompok Produktif

Kejahatan narkoba berpotensi menghancurkan generasi bangsa karena menyasar kalangan produktif. Menurut Kepala BNN, dari seluruh total populasi rakyat Indonesia ada sekitar 50% kelompok generasi produktif yang harus dilindungi dari ancaman narkoba agar tidak kehilangan potensinya. Itu artinya, BNN punya tugas yang sangat besar untuk memproteksi lebih dari 125 juta rakyat Indonesia agar tidak terjebak narkoba. 

Budi Waseso mengatakan bahwa negara ini sangat kaya dengan potensi, dan harus mewaspadai langkah pihak lain yang ingin mengambil potensi negara ini. Ia menambahkan, bahwa untuk melemahkan sebuah negara bisa dilakukan dengan narkoba, dan sasarannya tentu saja adalah generasi bangsa yang produktif termasuk di dalamnya para pekerja. 

Karena itulah, Kepala BNN menegaskan dengan serius bahwa upaya penanggulangan narkoba tidak bisa dilakukan dengan cara yang biasa saja. “Presiden RI telah memerintahkan pada BNN untuk bekerja lebih gila dalam menangaani kasus narkoba”, ujar Budi Waseso, saat memberikan sosialisasi di PT Kantor Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Utara, Kamis (10/3). 

Berbicara soal pentingnya menjaga para pekerja agar terhindar dari narkoba, Direktur Utama KBN, Sattar Taba mengatakan pihaknya telah melakukan pembinaan di lingkungan kerja dan juga kegiatan deteksi dini melalui tes urine. 

“Hal ini perlu kami lakukan, agar pekerja tetap memiliki etika dan juga etos kerja yang baik dan prima sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan bersih dari narkoba”, ujar Satar.
Meski tes urine diperlukan, namun Anne Gracia, pakar neurosains dari Unilever mengatakan perlu ada langkah yang lebih komprehensif untuk mendeteksi para pekerja dari pengaruh narkoba. 

Menurut Anne, perusahaan sebaiknya melakukan profiling dengan cara kompetitif seperti melakukan FGD (focus group discussion). Dengan cara ini, pihak perusahaan bisa melihat bagaimana cara pekerja berkomunikasi, atau mengekspresikan ide atau gagasannya.
“Orang terkena narkoba itu akan sulit untuk berpikir dan bersaing dalam dunia kerja, karena fungsi otaknya sudah rusak sehingga dengan cara FGD, perusahaan bisa mendeteksi mana pekerja yang dicurigai sudah kena narkoba atau tidak”, pungkas Anna.(sumber: bnn.go.id)
#stopnarkoba

0 komentar:

Poskan Komentar