Kamis, 15 September 2016

TUNTAS JALANI RAWAT JALAN, RESIDEN LANJUT PASCAREHABILITASI

TELUK KUANTAN. Dengan terbentuknya Klinik Pratama Rawat Jalan dan Konseling BNNK Kuansing pada tahun 2016 dengan nomor izin klinik 02/BPTPM-KP/I/2016 BNNK Kuansing khususnya seksi rehabilitasi dalam pelaksanaannya telah menjalankan program rawat jalan, konseling, dan rujukan rawat inap. Sampai saat ini tercatat sudah 40 (empat puluh) orang pasien korban penyalahgunaan narkoba yang disebut juga dengan residen  menjalani proses rehabilitasi. Dari 40 (empat puluh) orang residen 22 (dua puluh dua) orang diantaranya telah tuntas mengikuti kegiatan rehabilitasi rawat jalan dan 15 (lima belas) orang mengikuti kegiatan layanan pascarehabilitasi tahap I.

Kegiatan pascarehabilitasi ini diadakan dengan tiga fokus program yaitu Group Therapy, Seminar Pengembangan Diri, dan Family Support. Group therapy bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian residen agar tidak mengalami kekambuhan. Layanan Group Therapy I yang dilaksanakan pada hari jum’at (19/08/16) melakukan giat “relapse prevention” dan pengisian kuisioner WHOQOL untuk mengukur kualitas hidup residen. Selanjutnya pada hari jum’at (26/08/16) residen mengikuti giat Group Therapy dengan tema “Ketahanan Diri” yang bertujuan agar residen dapat membentengi diri dari berbagai godaan yang dapat memicu residen kambuh kembali. Seminggu kemudian pada hari jum’at (02/09/16) residen mengikuti giat Group Therapy dengan tema “Muhasabah Diri” yang dipandu oleh Ustad Suhelmon, M.A yang dalam sambutannya beliau mengatakan residen membutuhkan bimbingan untuk menjadi baik dan setiap orang masih mempunyai kesempatan untuk menjadi lebih baik. Sedangkan pada Group Therapy yang terakhir pada hari jum’at (09/09/16) residen diberikan tema “Life Skills Education” yang dipandu oleh Ridha Refelina Syafar, S.Psi.

Pada kegiatan Group Therapy hadir Kepala BNNK Kuansing Wim Jefrizal, S.H dan Plt.Kasi Rehabilitasi Gusti Rahmad, SKM. Dalam sambutannya pada awal kegiatan Group Therapy, Kepala menekankan kepada residen untuk mengikuti rangkaian kegiatan pascarehabilitasi BNNK Kuansing dengan sungguh-sungguh. Sehingga seluruh peserta yang rampung menjalani program pascarehabilitasi dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan sosial ekonomi seperti biasanya. “Dan jika kembali menggunakan (relapse) maka akan menerima sanksi hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku”, ujarnya.



Sementara itu pada kegiatan Seminar Pengembangan Diri residen diberikan seminar kewirausahaan bidang peternakan yang diadakan pada hari sabtu (20/08/16), dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Kuantan Singingi Marhumala Pontas Siregar, S.P yang juga bertindak sebagai pemateri. Kadis Peternakan menjelaskan tentang kewirausahaan di bidang peternakan agar peserta dapat hidup produktif, tidak kambuh lagi, dan kembali kepada fungsi sosialnya. Selanjutnya pada hari sabtu (03/09/16) residen mengikuti seminar pengembangan diri dengan penekanan pada pengembangan minat dan bakat residen dalam hal ini dilakukan kegiatan pada bidang “Sablon Baju” yang dipraktekkan langsung oleh residen di kantor BNNK Kuantan Singingi.

Seksi Rehabilitasi selain melakukan bimbingan pada residen berupa kegiatan Group Therapy dan Seminar Pengembangan Diri juga memberikan arahan kepada orang tua melalui kegiatan berikutnya yaitu Family Support. Hal ini dikarenakan masalah narkotika bukan hanya pada yang bersangkutan tapi juga butuh kepedulian dari orang terdekat. Diharapkan agar residen dapat terus mengikuti seluruh tahap kegiatan pascarehabilitasi yang diadakan BNNK Kuansing khususnya seksi Rehabilitasi.

Melalui program pascarehabilitasi ini diharapkan residen dapat memelihara pemulihannya sehingga tidak terjadi kekambuhan (relapse). Residen juga diharapkan dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya sesuai potensi yang ada pada diri masing-masing, menggali dan mengembangkan kewirausahaan sesuai minat dan bakat agar dapat mencapai kemandirian sosial dan ekonomi.(Humas)
 
 

0 komentar:

Poskan Komentar